May 17, 2013

Hasil Seleksi Akbar Pementor Gelombang 1

Assalamu’alaikum wr. wb.

bagi para calon pementor yang pada hari Ahad tanggal 12 Mei 2013 telah mengikuti seleksi pementor gelombang pertama, hasil seleksi dapat di unduh di sini

bagi para calon pementor yang belum dinyatakan lulus, dapat mengikuti seleksi pementor gelombang 2 pada hari Ahad tanggal 19 Mei 2013 di masjid kampus..

tetep semangat ya…!!! ^^V

blog-image

Delete to Spam “Hal – hal yang tidak bermanfaat Bagimu”

“Di antara tanda baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan segala yang tidak bermanfaat untuknya” (HR. Tirmidzi).

Hadist di atas menunjukkan betapa ‘segala yang tidak bermanfaat’ itu memang seharusnya kita tinggalkan. Namun disadari maupun tidak, banyak sekali perbuatan kita sehari-hari yang tergolong perbuatan yang sia-sia. Perbuatan sia-sia yang biasa kita lakukan sehari-hari antara lain ialah, membicarakan orang lain atau bahasa gaulnya menggosip, melamun, tidur yang berlebihan, menonton acara-acara yang tidak bermanfaat baik melalui tv maupun secara langsung dan juga kebiasaan konsumtif. Lalu bagaimanakah cara kita menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia? Paling utama ialah dengan meningkatkan keimanan kita. Karena walaupun dalam bahasa yang sederhana, takwa diartikan sebagai melaksanakan yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Namun, sesungguhnya makna dari takwa itu terkandung dua hal, yaitu kontrol diri dan untuk selalu mengingat Allah dalam segala situasi dan kondisi. Sehingga secara tidak langsung akan menimbulkan sifat kehati-hatian pada seorang muslim. Berkaitan dengan menghidupkan sifat kehati-hatian ini, Allah Swt. kemudian mempertajam definisi takwa sebagai usaha untuk menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna atau sia-sia, seperti yang telah Allah firmankan dalamsuratAl-Mu’minuun:3.

READ MORE

blog-image

Antara Halal dan Haram (Makanan & Minuman)

Islam adalah agama yang sifatnya universal. Jika kita teliti kembali dalam aspek kehidupan yang berpedoman Al-Qur’an kita akan melihat bagaimana aspek Islam mengatur semua pola kehidupan manusia. Dan aturan kejelasan tentang makna haram dan halal pun telah jelas tergambar bagaimana Islam mengabarkannya untuk kita. Dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,  “Katakanlah:Siapakah yang berani mengharamkan perhiasan Allah yang telah dikeluarkan untuk hambaNya dan rezeki-rezeki yang baik itu?.Katakanlah! Tuhanku hanya mengharamkan yang jelek, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan dosa, dan kejahatan yang tidak benar, dan kamu menyekutukan Allah dengan suatu yang Allah samasekali tidak menurunkan hujjah, dan kamu mengatakan atas (nama) Allah sesuatu yang kamu tidak tahu.” (al-A’raf: 32-33). Batasan haram dan halal dalam Islam adalah hal yang sudah pasti yang harus kita ikuti sebagai pedoman dalam keberlangsungan  hidup kita. Namun, Islam juga mengatur bagaimana kita juga harus melihat kebaikan (thoyib) nya  apalagi dalam konteks makanan dan minuman. Teranglah Allah berfirman, “Hai manusia! Makanlah dari apa-apa yang ada di bumi ini yang halal dan baik, dan jangan kamu mengikuti jejak syaitan karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang terang-terangan bagi kamu.” (al-Baqarah: 168)

READ MORE

Proudly powered by WordPress | Theme: Spiko by Spicethemes