July 17, 2013

TRAINING AKBAR PEMENTOR TAHAP 2

Sabtu (13/7/2013), BPMAI Undip dibantu Rohis FOSIMIK berhasil menyelenggarakan TAP di Gd.Keperawatan Lt.3 PSIK. Acara dibuka pukl 07.00 WIB, kemudian setelah acara pembukaan penyampaian materi yang pertaman oleh akh Aji selaku Kadep BPMAI-Undip. Pada awal pembicraan, beliau menjelaskan, bahwa mentoring tidak ada keterkaitan dengan PAI (Pendidikan Agama Islam) di kampus. Namun terkadang, mahasiswalah yang meminta supaya mentoring memiliki nilai tambah atau bahkan dosennya sendiri yang mewajibkan tergantung kebijakan.

“Permasalahan mentoring di Undip yang biasanya terjadi pada beberapa kelompok ialah kurang profesionalnya Pementor dalam menepati waktu, sering telat sehingga menimbulkan kemalasan pada mente. Dalam moment ini, akan didiskusikan berbagai permasalahan dan soliusi yang dapat digunakan. Kita akan diskusikan bareng” tutur mas Aji. Selain itu, banyak diungkap mengenai betuk pelaksanaan mentoring, meliputi macam kegiatan dan cara pelaksanaannya.

Mentoring yang dinamis dan produktif ialah dimana seorang leader/Pementor mampu meahirkan pementor-pementor baru. Pementor sejatinya ialah mampu mengarahkan adek-adeknya untuk melakukan hal-hal yang baik dan produktif. Dalam pelaksanaannya, Pementor tidak berjalan sendiri tetapi tetap ada pemantauan dan pembinaan sehingga materi apa yang dapat disampaikan dapat diberikan dengan baik.

IKATAN- belum ada formula khusus untuk mengikat Pementor untuk tetap konsisten dalam mengamban amanah. Sampai saat ini, masing-masing Pementor masih diberi kebebasan untuk melaksanan mentoring sesuai dengan keadaannya. “Selain jumlah pementor yang kurang, justru dengan aturan-aturan yang ketat akan menjadi masalah tambahan untuk menarik minat teman-teman. Namun walaupun demikian, pemantauan dan pembimbingan secara langsung dan bertahap akan tetap dilaksanakan untuk menjaga eksistensi Pementor dalam melakukan mentoring terhadap mentenya” imbuh mas Aji.

Standart Waktu- tak ada pembatasan untuk pelaksanaan mentoring, asalkan materi sudah disampaikan dan cukup hanya dengan 15-30 menit tidak masalah. Inti dari kegiatan mentoring adalah menanyakan kabar, tilawah bareng dan saling menyimak supaya memperlancar bacaan, sedikit taujih, sharing dan motivasi. Selain itu, menjaga mut mente merupakan hal utama karena bersama kegiatan mentoring juga ada penyampaian firman Allah, yang sangat penting untuk dupahami.

SIM (Sistem Informasi Mentorin) salah satu teknologi baru yang digunakan untuk mengelola kegiatan mentoring. SIM dapat diakses melalui http://insani.ukm.undip.ac.id/sim. Laman ini dilengkapi dengan penjagan berlapis, dimana antara akun akhwat dan ikhwan dibedakan, serta didalamnya itu dapat dimanfaatkan untuk melihat agenda mentoring serta absensi kegiatan selama pelaksanaan mentoring.

Oleh : Bagus Fillian (IMC INSANI)

July 17, 2013

“Pementor Yang Ideal” Bersama Ust. Djoko Priyatno

Sabtu (13/7/13) Taujih oleh Ust. Djoko pada pertemuan Training Akbar Pementor “TAP” di Fakultas PSIK-Undip Tembalang. Biarlah nikmat hidup, sehat, makan, minum itu lepas, tapi iman dan Islam jangan sampai lepas sampai ruhiyah dicabut. Sebaik-baik syukur terhadap Allah adalah meningkatkan amal, sebaik-baik manusia adalah yang bertaqwa. Islam mulanya asing, tidak umum, aneh dan pada akhirnya akan kembali asing dan dalam keterasingan.

Manusia menyukai zona Aman- Sebelum memasuki dunia, manusia hidup di dalam rahim, tempat yang kokoh dan semua kebutuhan si jabang bayi terpenuhi, fasilitas lengkap, nyaman, oksigen ada, namun ketika dilahirkan menagis dan pasif karena dipaksa hidup di dunia dan dikeluarkan dari dunianya. Akhirnya, manusia hidup di dunia yang sebelumnya tidak diketahuinya. Hidup dan kehidupan itu sementara, oleh karena itu harus jelas apa yang harus kita lakukan, serta jangan hanya berdian di dunia dan menikmati keindahannya tanpa mempersiapkan untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Perjalanan manusia ialah (rahim-dunia-akhirat) sehingga amat merugi yang hanya menumpuh harta di dunia, karena kenikmatan dunia hanya dapat dinikmati di dunia. Dunia adalah tempat membawa bekal di akhirat, maka salah alamat jika kita menumpuk harta didunia. Setelah didunia, manusia akan sampai pada alam barzah, dimana ruhnya didekatkan dengan tempat yang akan ditempatinya. Bagi yang baik, maka ia didekatkan dengan syurga sehingga ingin disegerakan kiamat. Namun sebaliknya, ruh orang-orang yang ingkar akan didekatkan ke neraka dan ia akan meminta supaya ditunda terjadi kiamatnya.

Ramadhan luar biasa tapi hanya sedikit yang dapat merasakannya. Orang-orang yang dapat menikmati indahnya ramadhan adalah orang-orang yang langka dan harus dilestarikan. Siapa lagi kalau bukan Allah yang melestarikan, maka sangat beruntunglah dan luar biasa bagi mereka yang dijaga langsung oleh Allah.

Islam adalah jebakan- ketika lahir, tiba-tiba lahir dalam keluarga islam dan suasana Islam. Ketika terjebak, maka pahamilah jebakannya dan pahamilah bahwa jebakan itu adalah kebaikan. Tidak semua yang mengaku seorang muslim, siap berdagang dengan Allah, maka belilah dirimu dengan beribadah yang luar biasa. Sebaik-baik jual beli adalah membela agama Allah, semua muslim bersaudara dan sangat tidak pantas ketika saudaranya disakiti kita diam saja.

Mukmin merupakan tingkatan muslim yang lebih tinggi lagi. Dari sekian banyak manusia, yang masuk ke dalam surga hanya sedikit, maka dimana posisi kita harus sudah dibaca mulai dari sekarang. Ciri-ciri penghuni surga harus mulai digali dan dicaritahu. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu, sebagaimana peringatan Allah dalam surat Al-Asr. Keimanan berbanding lurus dengan semangat, dan berlaku naik turun. Maka, ketika naik maka usahakan semaksimal mungkin, dan ketika turun usahakan sekecil mungkin sehingga kurvanya relatif meningkat.

Beribadah dan beramal jangan sendirian, tapi harus berjamaah. Namun juga, harus punya prinsip. Tugas kita sebagai pejuang dakwah adalah mengajak dan menyampaikan perintah Allah, jika ajakan kita tak dihiraukan maka tinggalkan saja, yang penting kita sudah ada alasan untuk menjawab pertanyaan dari Allah nantinya. Jangan membuat orang yang mau beragama menjadi takut, jangan pula suka menghakimi karena tingkatan setiap orang berbeda-beda.

Oleh : Bagus Fillian (IMC INSANI)

July 17, 2013

Menabur Wangi di Taman Surga Rusunawa

Jum’at (12/7/13) Taman Surga berdiri di Rusunawa Undip selama lebih kurang 2 jam dimulai pukul 16.30 WIB. Kajian yang dilaksanaka di Aula BTN Corner ini, sedikitnya diikuti oleh 40-an peserta terdiri dari mahasiswa dan beberapa dosen Kampus Undip. Taujih sore itu diberikan oleh akh Choir, selaku Kadep Syi’ar INSANI Undip. Kegiatan ini penting adanya, karena selain di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, di rusunawa juga banyak sekali Mahasiswa muslim yang membutuhkan siraman rohani dan sentuhan dari rohis INSANI.

“Akidah adalah seleksi alam, siapa yang kuat dia yang bertahan” demikianlah tutur Pak Hartono selaku Dosen di salah satu Fakultas di Undip. Jika dikaji lebih jauh, di setiap Ramadhan kegiatan peribadahan semarak, namun ketika Ramadhan pergi sebagian masyarakat kembali ke posisi semula. Hidup ini singkat, tapi masyarakat muslim kurang begitu memahami dan mempersiapkan dengan baik bekal yang akan dibawanya. Beliau menambahkan “Terkadang saya merasa bahwa hidup ini sangat cepat tiba-tiba sudah berumur 50 th. Jika Idul Fitri tiba, saya tak jarang bertemu sahabat ketika kecil kemudian bercerita masa-masa kanak-kanak, dan mengingat ingat peristiwa-peristiwa masa lalu. kejadian itu terasa dekat, seakan kemarin sore baru terlaksana dan momennya masih kuat dirasa.”

Pemimpin harus diatas rata-rata dan karismatik. Pemimpin sebagai teladan harus memberikan contoh dan baik dan memiliki kelebihan dibandingkan mereka yang dipimpinnya. Pemimpin yang karismatik lebih disenangi daripada pemimpin yang lemah. Para sahabat dahulu, ialah pribadi-pribadi yang berkarakter kepemimpinan tinggi, rakus ilmu dan amal saleh sedangkan untuk kepentingan dunia hanya seadanya. Kebalikan dengan sekarang, justru banyak orang yang berlomba-lomba untuk dunia.

Taman Surga- Rasulullah pernah bersabda “ Jika kamu menemui taman-taman Surga, maka mampirlah sejenak”. Sahabat bertanya “apa itu taman-taman surga ya Rasul?”. Rasul menjawa “Taman-taman surga itu adalah kajian-kajian ilmu, karena disitu juga ada keberkahan dan kebaikan yang banyak ”.

Ikhlas- dalam kehidupan sehari-hari, kita dituntut untuk senantiasa ikhlas menajalankan ibadah. Namun, ikhlas itu sangatlah sulit karena tidak murni pamrih. Pamrihnya ikhlas adalah kepada Allah semata, bukan kepada makhluknya. Para sahabat dahulu, jika menghadapi sebuah masalah maka yang dilakukan adalah lapor kepada Allah dan minta ganti juga kepada Allah. Ikhlas ialah meninggalkan hal-hal kecil untuk mendapatkan ganti yang lebih besar. Hal-hal kecil ialah penghargaan yang diberikan oleh manusia, sedangkan ganti yang lebih besar adalah nikmat yang akan diberikan oleh Allah.

Oleh : Bagus Fillian (IMC INSANI)

July 17, 2013

“Ketika Nafas Menjadi Tasbih” Bersama Bapak. Prof. Sudharto P. Hadi, MES. PH. D.

Kamis sore, 11 Juli 2013 merupakan Kajian Ifthor yang spesial karena pembicaranya adalah Rektor Universitas Diponegoro, Bapak Prof. Sudharto P. Hadi, MES.Ph.D.

Patut bersyukur karena bertemu lagi dengan bulan ramadhan di mana Ketika nafas menjadi tasbih, tidur menjadi ibadah, ketika doa-doa menjadi makbul, pahala dilipatgandakan. Dan dimudahkan untuk melakukan amal sholeh.

Dalam tausyiahnya beliau menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan wahana untuk meningkatkan ketaqwaan. Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat al Baqoroh ayat 183, di mana puasa betujuan agar kita menjadi insan yang bertaqwa.

Dalam pandangan beliau bertaqwa berarti meningkatkaan kualitas kehidupan dan hal itu merupakah sebuah amanah. Jika hari ini kita leboih baik dari hari kemarin maka… maka ramadhan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas keimanan kita. Taqwa yang kita pahami adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya tidak hanya dalam lingkup  pribadi, tetapi juga dalam lingkup sosial. Puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum serta perbuatan yang dilarang Allah, tetapi juga menimbulkan empati terhadap sesame kita yang tidak mampu. Jika setiap ramadhan kita mampu menjadi  manusia-manusia yang bertaqwa, maka baldatun toyyibun sudah ada di tangan kita. Namun kenyataannya, kehidupan berbangsa dan bernegara masih banyak kekacauan.

Terkait dengan ketakwaan di lingkungan kampus, kiat-kiat untuk meningkatkannya di lingkungan kampus, baik mahasiswa, dosen, maupun staf,

Terkait dengan kehidupan di kampus, Bapak Sudharto mengungkapkan bahwa lingkungan kampus sangat beragam seperti Bangsa Indonesia, terdiri dari bernagai macam suku, bahasa, dan agama. Maka salah satu kiat untuk meningkatkan ketaqwaan  di lingkungan kampus bagi mahasiswa, dosen, maupun staf adalah dengan menghargai perbedaan. Karena perbedaan  adalah fitrah, perbedaan adalah berkah, sehingga kampus harus menjadi wahana menyemai toleransi terhadap keberagaman tersebut. Itu dalam kaitan hablum minannas (hubungan manusia dengan manusia).

Lalu, kaitannya dengan hablum minallah (hubungan manusia kepada Allah), tentunya kita harus menjadi teladan yang mampu menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari dan menghargai agama lain.  Kegiatan kajian dan lain-lain, yang dilakukan oleh INSANI adalah bagian dari proses untuk menyemai nilai moral sebagai mahasiswa. Dengan pemahaman yang baik diharapkan kita menjadi sarjana yang tidak hanya cerdas tetapi juga peka, excellent with soul, unggul tetapi juga punya hati. Contoh saat kita mengembangkan IPTEK, kita harus berpikir apakah hal tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat.

Terkait kegiatan mentoring, Pak Sudharto berpendapat bahwa mentoring merupakan kegiatan yang positif, yang pantas untuk dilestarikan dan dilanjutkan. Karena dalam pandangan beliau, mentoring bukan hanya dalam arti pemahaman secara tekstual tetapi kontektual, yaitu bagimana kita bisa mengamalkan pemahaman yang kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.. diharapkan mentoring akan menjadi sesuatu yang sangat bermakna dan peserta mentoring akan menjadi teladan bagi mahasiswa lain, yaitu bagaimana ia berperilaku sebagai mahasiswa muslin dan menghargai eksistensi teman-teman lain.

Pada kesempatan tersebut Pak Rektor juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas diselenngarakannya kegiatan Kajian Ifthar yang dilaksanakan oleh teman-teman INSANI. Beliau merasa senang dengan kegiatan tersebut karena mendukung proses penyemaian moral mahasiswa.

Oleh : Rini Indah S. (BPMAIU)

Proudly powered by WordPress | Theme: Spiko by Spicethemes